Hello Kitty Touching Lip
About Me Comments Pictures

By: ST.Maesuri

TERIMA KASIH BUAT TEMANKU SURYA ACEH DAN TEMAN2 BLOGGER LAINNYA YANG TELAH MEMOTIVASI SEHINGGA BLOG CATATAN SEORANG GURU INI TERCIPTA...

Senin, 16 Januari 2017

MODUL PRAKARYA KELAS IX SEMESTER 2

Indonesia merupakan negara yang memiliki  sumber daya alam yang banyak. Kekayaan alam  Indonesia terdapat bukan hanya pada sektor  kekayaan alam migas seperti minyak bumi dan  bahan tambang, tetapi juga kekayaan alam non-migas, seperti sektor pertanian. Bidang pertanian meliputi; pertanian, perikanan dan peternakan. Sektor pertanian menjadi sumber  pangan dalam memenuhi kebutuhan 4 sehat 5 sempurna, yang menjadi sumber zat-zat yang diperlukan oleh tubuh berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. 
Sumber pangan hewani meliputi susu, telur,ikan dan daging serta produk-produk olahan yang bahan dasarnya berasal dari hewan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Pengolahan bahan pangan hewani bertujuan untuk memperlambat kerusakan yang diakibatkan reaksi biokimiawi serta menghasilkan produk olahan yang secara sensorik (aroma, rasa dan tekstur) memiliki  bentuk yang menarik dan bernilai gizi tinggi.
Selanjutnya …Download disini 


Minggu, 01 Januari 2017

RASA LAPAR TERKALAHKAN HAUSNYA ILMU

Begitu banyak manfaat dan ilmu yang saya serta kawan-kawan peserta Pelatihan dapatkan setelah mengikuti  pelatihan TOC 2 yang diadakan oleh IGI (Ikatan Guru Indonesia) Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 9-10 Desember 2016 bertempat di gedung Sekolah Islam Athirah Jl. Kajaolalido No.22 Makassar. Mulai dari memaksimalkan penggunaan tablet A 8 yang dipandu oleh Pak Hendrik dari pihak Samsung pada hari pertama. Di sini Pak Hendrik mulai memperkenalkan bagian-bagian dari tablet Sambung A 8, pengaturan-pengaturan yang dimiliki oleh Tablet Sambung A 8, manfaat-manfaat dari tablet Samsung A 8. Yang paling bermanfaat buat kami guru dari penggunaan tablet A 8 yang tidak dimiliki oleh tablet lainnya adalah, fasilitas S Note, dimana kita dapat menulis dengan berbicara.
Sebelum mengikuti pelatihan ini saya selalu penasaran jika ada teman yang bercerita tentang kehebatan Tablet A 8, yaitu dapat digunakan untuk menulis hanya dengan berbicara walaupun saya ketahui hanya melalui tulisan-tulisan dari teman-teman IGI di Website IGI: http://www.igi.or.id/ . Akhiranya rasa penasaran saya terbayarkan, dengan mengikuti pelatihan ini. Bagus dong... tablet ini digunakan untuk guru-guru agar dapat menuangkan tulisan hanya dengan berbicara. Tidak usah capek-capek mencari pena  dan kertas jika ada inspirasi atau ada keinginan untuk menulis. Dapat  sambil tidur-tiduran kita menuangkan semua  yang terlintas di benak kita  dan membuatnya menjadi sebuah tulisan atau artikel. Selain dari itu, keistimewaan dari tablet samsung A 8 yang tidak kalah menarik yaitu pilih cerdas, dimana kita dapat mengubah bentuk tulisan kita yang mungkin kurang indah menjadi bentuk teks yang indah, atau saat kita menggambar suatu bangun misal kubus, kerucut, lingkaran dan bangun lain yang kurang bagus maka dapat dirubah ke bentuk yang disempurnakan dengan fasilitas yang dimiliki oleh Sambung A 8. Dan masih banyak lagi keistimewaan lain dari tablet Samsung A 8 yang baru saya ketahui saat mengikuti TOC ini.

Saking asyik dan seriusnya peserta pelatihan  mengikuti panduan-panduan yang diberikan oleh pemateri, sampai-sampai saat snack diedarkan dari satu peserta ke peserta lainnya hanya diterima terus diletakkan di kursi masing-masing tanpa mereka membuka kotak berisi makanan tersebut, apalagi ingin mencicipinya. Kami lebih tertarik dengan tablet Samsung A 8 yang ada di tangan kami walaupun ada bunyi kriuk-kriuk di kampung tengah meminta untuk diisi. Semua peserta pelatihan tidak ingin terlewatkan sedikitpun  materi  yang ditayangkan lewat layar LCD proyektor. Namun saat panitia mempersilahkan kami untuk Isoma (istirahat, shalat dan makan), tanpa disuruh dua kali kami semua langsung membuka kotak makanan dan menyantapnya dengan lahap.

Setelah makan, shalat dan istirahat sebentar, materi berikutnya tentang pembuatan media pembelajaran dalam bentuk komik yang  dibawakan oleh Bu Dewi Wahyuni yang juga merupakan ketua IGI dari Kabupaten Bulukumba. Sebelum materi dimulai, terlebih dahulu Bu dewi membagikan aplikasi yang akan digunakan. Kami saling berbagi aplikasi antara satu peserta ke peserta lainnya yang tadi diberikan oleh Bu Dewi menggunakan aplikasi SHAREit. Pada pembuatan media pembelajaran berbentuk komik, untuk latihan-latihan, kami menggunakan foto-foto yang ada di tablet masing-masing untuk dibuat cerita bergambar (komik).  Kemudian materi berikutnyanya  dilanjutkan oleh Pak Imron Rosyadi dari IGI Kabupaten Maros  tentang pembuatan Animasi drawing. Materi-materi yang disajikan dan dibawakan oleh para mentor sangat menarik dan bermanfaat untuk pembuatan media bahan ajar, hingga tak terasa waktu bergulir demikian cepat. Jadwal pelatihan untuk hari pertama telah usai, namun sebelum masing-masing peserta pelatihan TOC kembali ke rumah masing-masing, kami diwajibkan memilih 2 kanal untuk pelatihan esok harinya. Nah...saya memilih mengikuti Kanal SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi) dan kanal pebuatan kelas digital. Dan teman saya Ibu Agusnawati yang sama-sama  dari  perwakilan IGI Kabupaten Bone memilih kanal SAGUSABLOG (satu Guru Satu Blog) dan SAGUSAKTI (Satu Guru Satu Karya Tulis Ilmiah). 
Ternyata materi dihari kedua tidak kalah menarik dengan materi yang diberikan di hari pertama. Dan peserta TOC yang telah dibagi menjadi 2 kelas, masuk keruangan masing-masing  yang telah ditentukan panitia TOC.  Pak Muntasir dari IGI Kabupaten Pangkep mengawali pelatihan di hari kedua. Materi yang dipaparkan tentang pembuatan media pembelajaran berbasis android. Kami bergelut dengan dunia coding atau bahasa pemrograman. Agak sulitlah buat kami yang masih pemula,  namun karena semua telah disiapkan dan kami tinggal memasukkan bahan ajar kami jadi agak berkuranglah kerumitan itu. Namun,  waktu yang kurang memungkinkan untuk menyelesaikan materi pembelajaran berbasis android, sementara masih ada lagi 1 materi  yang akan dibahas, maka pembuatan media pembelajaran berbasis android disimpan untuk dikerjakan sepulang dari pelatihan dan tetap dipandu oleh mentor lewat telegram yang telah dibuat dan beranggotakan semua nama-nama peserta pelatihan TOC.
Materi pelatihan dihari kedua berikutnya, kembali Pak Imron Rosyadi menjadi mentor untuk pembuatan kelas digital. Kami dipandu  cara pembuatan kelas digital di Edmodo, membuat group besar dan group kecil di edmodo lalu pembuatan tugas, library dan juga pembuatan quiz. Dengan adanya pembuatan kelas digital ini, diharapkan untuk kedepannya, para peserta TOC benar-benar menggunakan kelas ini untuk proses pembelajaran ke siswa.
Dua hari mengikuti pelatihan TOC membuat rasa haus kami akan ilmu mulai berkurang. Namun yang namanya guru tidak akan pernah terpenuhi rasa hausnya akan ilmu. Mereka akan terus...dan terus belajar. Semoga apa yang kami dapatkan pada Pelatihan ini bermanfaat buat semuanya dan dapat berbagi kesesama guru lainnya, sesuai dengan motto IGI: “Sharing and Growing Together”, berbagi dan tumbuh bersama.

Watampone, 1 Januari 2017
ST.Maesuri, IGI Kab.Bone
Propinsi Sulawesi Selatan

Sabtu, 05 November 2016

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU LEWAT DOGMIT

Untuk kesekian kalinya saya ikut bergabung di DOGMIT (Diklat Online Guru Melek IT) Indonesia, bersama guru-guru lainnya yang ada di seluruh penjuru Indonesia. Entah mengapa sejak pertama kali  mengenal DOGMIT dari salah seorang teman  pada tahun 2014 sampai sekarang ada keinginan untuk terus bergabung dan belajar bersama teman-teman guru lainnya di DOGMIT. Kali ini, saya kembali ikut DOGMIT angkatan 13 tahun 2016.
Pada hari pertama Diklat online Guru Melek IT, para guru yang merupakan peserta di DOGMIT disajikan materi tentang tata tertib mengikuti diklat online, panduan diklat online, pengenalan sistem diklat online, tata cara mengikuti diklat online serta uji coba pretes dan postes untuk mengetahui kemampuan awal dari peserta yang ikut DOGMIT. Kemudian hari kedua peserta DOGMIT diberi tugas membuat rencana diklat untuk digunakan sebagai petunjuk atau waktu untuk mengikuti diklat karena pada diklat ini para peserta diberi kewenangan untuk menentukan sendiri jadwal sesuai waktu lowong yang mereka miliki dan disimpan di tempat penyimpanan online (Google drive).  Kemudian membuat karya tulis dalam bentuk artikel yang di tulis di blog pribadi atau di tulis di Kompasiana.  Pada hari ketiga  dan selanjutnya sampai hari kesembilan, sudah masuk ke materi inti dari diklat online yang diikuti. Hari kesepuluh diadakan refleksi dan evaluasi serta postest untuk mengetahui kemampuan peserta diklat setelah beberapa hari belajar dengan berbagai macam materi yang telah diberikan oleh mentor.
Materi-materi yang didapatkan  di DOGMIT sangat membantu peran guru dalam meningkatkan kompetensinya, terlebih bagi mereka yang gagap teknologi. Dengan mengikuti pelatihan di DOGMIT dapat membuat guru yang tadinya gagap teknologi menjadi guru yang melek teknologi. Guru jaman sekarang akan tertinggal jauh jika tidak menguasai teknologi karena hampir semua tugas guru, mulai dari pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran,  pembuatan media interaktif, evaluasi belajar siswa sampai pengolahan nilai selalu  bersentuhan dengan teknologi. Guru yang tadinya malas menulis, dengan mengikuti diklat online di DOGMIT, mereka mulai pandai menulis dan menuangkan hasil pemikirannya dalam bentuk artikel. Guru yang tadinya menggunakan media/bahan ajar yang dapat didownload di internet, setelah ikut pelatihan mereka mampu membuat sendiri bahan ajar interaktif sehingga siswa lebih tertarik dan berminat dalam mengikuti pembelajaran. Guru yang tadinya sulit dalam melakukan penilaian sikap terhadap siswa dan harus bergelut dengan berlembar-lembar  kertas penilain, setelah mengikuti pelatihan online di DOGMIT mereka dengan mudahnya memberi penilaian terhadap siswa.
Selain mendapatkan materi-materi yang menarik dan penting buat peningkatan kompetensi guru, di DOGMIT kita juga dapat menambah teman  yang terdiri dari guru-guru yang ada di Indonesia. Walau lewat dunia maya, kita dapat menjalin silaturahmi serta berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sesama guru yang menjadi peserta DOGMIT di sebuah forum yang telah disiapkan. Jika ada kendala atau ada materi yang kurang dipahami kita dapat berdiskusi baik antara peserta dengan mentor, maupun antara peserta yang satu dengan peserta yang lainnya. Dengan sendirinya ada rasa persaudaraan diantara peserta DOGMIT.
Begitu banyak manfaat yang didapatkan selama mengikuti pelatihan online di DOGMIT membuat saya kepincut dan sulit lepas dari DOGMIT. Ada rasa kehilangan atau merasa rugi jika tidak ikut belajar di DOGMIT. Terlebih lagi materi yang di sajikan oleh Pak Sukani yang merupakan founder training guru melek IT, dikemas sedemikian rupa sehingga peserta diklat online lebih cepat menangkap informasi yang disampaikan.

Demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, seharusnyalah guru-guru terus dan terus belajar dan berkarya. Jangan ada kata “ah...sudah cukup saya belajarnya, biarlah yang muda-muda saja yang belajar”. Bukankah pengetahuan dan teknologi dari hari ke hari terus berkembang? Kalau guru tidak mengupgrade ilmunya, apa jadinya?. Nah....Solusi untuk para guru yang ingin mengupgrade ilmunya dapat mengikuti diklat online di DOGMIT  dengan alamat web https://trainergurumelekit.wordpress.com
Ayo teman-teman guru, mari bersama-sama saling bahu membahu meningkatkan pendidikan di negara kita tercinta ini.